oleh

Keluarnya Siane Samatara dari F-PDI Perjuangan Sisakan Pertanyaan Besar, Ada Apa

Tomohon, CAKRAWALA – Keluarnya Siane Jenny Samatara SE dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tomohon menyisakan tanda tanya besar.

Sebab anggota DPRD dari Partai Demokrat baru menyatakan pindah dari Fraksi Partai Golkar ke Fraksi PDI Perjuangan pada awal September 2022 silam.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tomohon Marthen Manuel Manopo SH saat dihubungi mengatakan itu lah yang disebut lobi-lobi politik.

“Ada pembicaraan antar Fraksi Restorasi Nurani dan Fraksi PDI Perjuangan, tentu ya, menurut mereka ada yang bisa diuntungkan, cuma namanya politik kan kalau dia bisa berubah, kalau dia bisa tidak sesuai harapan, kan wajar itu, ndak ada yang salah. Sebenarnya itu untuk memperkuat apa yang bisa saya beri nama kaukus,” tuturnya.

BACA JUGA :  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon Sampaikan Ucapan HUT Kepada Gubernur Sulawesi Utara

“Kalau Fraksi Partai Golkar ada 10 personel, tentu yang sebelah ingin membentuk kaukus, gabungan dari partai selain PDI Perjuangan. Nah, kemudian ini kaukus gagal terbentuk kemudian ada ke lain, itu biasa dan tidak ada yang salah. Kita jangan mempermasalahkan orang karena sikap politik, itu adalah hak masing-masing anggota partai,” tutur mantan Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon.

BACA JUGA :  Toar Polakitan Narasumber Sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2016 di Kelurahan Kinilow

“Sebenarnya kami bukan keluar, justru ini satu perjuangan, satu paket perjuangan membentuk kaukus dalam rangka untuk mengimbangi dominan dari partai yang ada. Sekali lagi saya katakan, kalau toh nanti itu keinginan membentuk kaukus dalam rangka mengimbangi yang sebelah itu tidak tercapai, itulah politik, tidak bisa menyalahkan atau mengkambinghitamkan orang,” tambahnya.

Komentar