Tomohon, CAKRAWALA – Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH mengatakan, Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) adalah evaluasi oleh pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah menggunakan instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.
Hal tersebut dikatakannya saat membuka pelaksanaan ANBK jenjang SD/MI di Kota Tomohon melalui rilis token di SD GMIM 1 Kakaskasen, Senin (15/11/2021).
ANBK dapat dilaksanakan dalam dua moda yaitu moda online dan moda semi online yang dibagi dalam empat gelombang untuk jenjang SD oleh pusat Asesmen dan pendidikan (Pusmendik) melalui web ANBK.
“Tomohon 100 persen melaksanakan ANBK secara mandiri dan dibagi dalam dua moda pelaksanaan yaitu 62 sekolah pelaksanaan dalam moda online dan lima sekolah moda semi online dan sudah diatur pembagian gelombang dan pengaturan sesi masing-masing sekolah pelaksana,” ungkap Senduk.
Adapun peserta ANBK adalah peserta didik, tenaga pendidik dan kepala sekolah.
Peserta didik yaitu 30 peserta utama ditambah lima peserta cadangan serta tenaga pendidik seluruh tenaga pendidik dalam satuan pendidikan.
Awalnya, peserta didik mengisi instrumen AKM dan survei karakter sedangkan kepala sekolah dan tenaga pendidik mengisi instrumen survei lingkungan belajar.
Peserta didik Kelas 5 berjumlah 1.387 siswa, jumlah siswa sampling ANBK berjumlah 1136 siswa, jumlah siswa cadangan ANBK berjumlah 41 siswa dan jumlah sekolah pelaksana yaitu moda online 62 sekolah dan moda semi online 5 sekolah (1 SLB).

