Tomohon, CAKRAWALA – Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Tomohon Drs Octavianus Mandagi MAP membuka kegiatan Pemetaan Analisis Situasi Program Stunting.
“Dalam rangka pencegahan, penanggulangan serta percepatan penurunan stunting di Kota Tomohon perlu dilakukan perencanaan berkualitas dan terintegrasi demi terlaksananya kegiatan ini sebagai upaya percepatan pencegah dan penurunan stunting oleh pemerintah bersama pemangku kepentingan,” ujarnya mewakil wali kota.
Di tahun 2022, ada 15 kabupaten/kota yang ada di Sulut menjadi lokus untuk konvergensi penurunan stunting sehingga harus menetapkan kelurahan lokasi fokus untuk penanganan stunting yang tentunya harus sesuai analisis situasi berdasarkan master ansit yang sudah diinput sesuai indikator-indikator yang ada.
“Sebentar, ketika sudah ditetapkan kelurahan-kelurahan yang menjadi lokus harus segera ditindaklanjuti dengan surat keputusan wali kota tentang penetapan kelurahan lokasi stunting untuk tahun 2023, ujarnya, Jumat (22/04/2022).
Pemerintah Kota Tomohon dikatakannya berkomitmen untuk melakukan upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting dengan melakukan aksi konvergensi sebagaimana yang diamanatkan bahwa ini merupakan agenda utama Pemerintah Republik Indonesia.
“Yang nantinya juga akan ada penilaian kinerja oleh tim Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui delapan aksi konvergensi apakah sudah dilaksanakan atau tidak,” beber Mandagi.

