Tomohon, CAKRAWALA – Salah satu fungsi ambulance adalah membawa pasien dari satu lokasi ke rumah sakit, bisa pasien yang terkena penyakit parah atau mereka yang mengalami kecelakaan di jalan.
Memiliki peran penting, ambulance harusnya dijaga, dipelihara dan dirawat.
Namun sayangnya hal tersebut tidak berlaku untuk ambulance di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugerah Kota Tomohon.
Pasalnya, salah satu unit ambulance di rumah sakit milik pemerintah ini kini dalam kondisi yang memprihatinkan, dimana ban kendaraan yang harusnya sudah diganti karena hampir rusak tak kunjung diganti dengan yang baru, bahkan terkesan dibiarkan.
Bahkan, sumber lain menyebutkan, ada juga unit lain dalam kondisi tak layak digunakan.
Kondisi ini jelas saja sangat mengancam para penggunanya baik itu sopir maupun pasien yang sewaktu-waktu akan menggunakannya.
Direktur RSUD Anugerah Kota Tomohon dr Simon Pati SH MARS mengatakan, pihaknya memiliki struktur organisasi dimana tiap level memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Begitu juga dengan sopir, ketika ditempatkan di situ punya kapasitas masing-masing. Sopir pastinya mengetahui persis dengan situasi kendaraan dan diberikan kewenangan untuk itu, bukan sekadar antar kendaraan selesai, ada tupoksinya saat mereka bekerja,” tuturnya saat ditemui Senin (14/11/2022).
Dijelaskannya, soal adanya pergantian dan perbaikan itu punya jenjang.
“Dilaporkan ke atasan. Dan ini sudah dilaporkan ke kepala bidang sudah meneruskan kepada saya. Dan itu, baru disampaikan pada Sabtu. Berarti dari segi itu mereka kurang. Tapi intinya kita akan merespon ini. Prosedur kita seperti itu,” ujar Simon Pati.
Disinggung soal tanggung jawabnya sebagai direktur, menurut Pati pihaknya telah melakukan koordinasi di tingkat direksi, pertemuan di tingkat kepala ruangan dan unit.
“Itu diteruskan ke bawah. Kalau dari kita di atas tidak secara detil melihat satu per satu. Tentunya dari bawah menyampaikan dan kita merespon untuk itu. Kita turun ke bawah mendengar permasalahan dari mereka dan melihat fasilitas yang ada. Akan ada perbaikan dalam waktu dekat ini,” tuturnya didampingi Kepala Bidang Penunjang Medis Wenny Sumolang SPsi dan Kabag Tata Usaha dr Novry Tuerah.

