Tomohon, CAKRAWALA – Meski memiliki puluhan sumber mata air, tepatnya 21, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon Adrian Ngenget SE mengaku volume air guna melayani para konsumen di Kota Tomohon belum mencukupi alias kurang.
“Musim hujan saja volume air kita kurang, padahal dengan sumber mata air itu berlebih ada 21 dan baru terpakai 9 dan dari 9 belum termanfaatkan semua. Mata air Mahlimbukar 87 liter per detik, kapasitas baru termanfaatkan 30 liter per detik, berarti ada 57 liter per detik yang belum termanfaatkan, begitu pun dengan sumber mata air lainnya,” ungkapnya kepada cakrawala.web.id.
Dikatakannya, bagaimana sehingga sumber-sumber mata air di Kota Tomohon ini bisa dimanfaatkan dan memproduksi, solusinya harus menambah jaringan.
“Jelas, kita harus menambah jaringan di sumber mata air seperti instalasi dan juga bak-bak. Masalahnya sekarang instlasi dari sumber air yang masih kurang. Kalau ini tidak menjadi masalah, musim kemarau panjang sekalipun kita tidak akan bermasalah dengan pelayanan, asal termanfaatkan. Saya pernah mengusulkan soal adanya peningkatan lewat pembangunan instalasi jaringan air baru tapi di Tahun 2023 ini belum terakomodir karena anggaran disebutkan kecil, padahal ini sangat urgent sekarang,” ujar Boy sapaan akrabnya.
Disentil soal antisipasi jika musim kemarau yang bisa datang kapan saja, diakuinya hal tersebut sulit terlaksana, sebab menurutnya sistem saat ini yang belum terkoneksi antara sumber air. “Antara satu dengan lain, sekarang terpisah-pisah, belum terkoneksi. Harusnya sumber air besar terkoneksi, seperti mata air Mahlimbukar-Sineleyan-Pinawelaan, jika itu terkoneksi kemudian dalam pengoperasiannya ada salah satu yang terganggu bisa di-back-up yang lain, begitu pun dalam pelayanannya saling mengisi,” terang Adrian Ngenget.
Ditambahkannya, ada program inti yang sudah diusulkan seperti optimalisasi jaringan namun kecil bakal terealisasi.
“Contoh di mata air Mahlimbukar dimana saat ini baru satu jaringan, usul saya tambah lagi satu jaringan dimana ini bisa mengantipasi air yang tidak termanfaatkan, sekarang ini air terbuang percuma. Namun sepertinya sekarang infrasturktur lain lebih penting dari air. Kalau merasa air lebih penting, kurangi anggaran lain, tambah ke penambahan jaringan air,” pungkasnya.

