“Tomohon Terkenal Sebagai Kota Bunga tapi Sayang Belum Memiliki Taman Bunga”

Tomohon, CAKRAWALA – Pemkot Tomohon melakukan audiensi dengan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado terkait pengembangan di berbagai sektor pertanian yang dilaksanakan di Aula Prof DR Budi Marwoto Show Window Kota Tomohon, Senin (08/11/2021).

Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH mengatakan, pertemuan ini merupakan tindaklanjut MoU yang telah dilaksanakan sebelumnya sehingga menjadi harapan dapat bekerjasama dalam pengembangan sektor pertanian juga dalam pengembangan sumber daya terutama holti dan flori.

“Kami sebagai pemerintah membuka ruang bagi mahasiswa bahkan dosen di Fakultas Pertanian Unsrat untuk datang mendorong pengembangan pertanian bahkan dapat menggunakan fasilitas yang ada dari belajar, praktek, pelatihan sampai selesai studi,” ujar wali kota.

Hal ini agar sektor pertanian di Kota Tomohon semakin maju ke depan.

“Memang saat ini kami sedang fokus pada budidaya bunga Krisan dikarenakan Tomohon sudah ditetapkan Kementerian Pertanian sebagai Pusat Pengembangan Bunga Krisan di Indonesia Timur. Kita juga sedang merancang sebuah taman bunga di lahan sebesar satu hektar sebab Tomohon terkenal sebagai Kota Bunga tapi sayang belum memiliki taman bunga,” ungkap Caroll Senduk.

Ditambahkan wali kota, pihaknya juga banyak mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian dalam hal ini Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). “Di tempat ini juga sudah ada Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian Kota Tomohon untuk penelitian, pengembangan dan peningkatan kualitas bunga ke depan,” pungkasnya.

Beberapa hal yang dibahas dalam audiensi ini yakni target expor Krisan tahun 2022, pendampingan dan pengembangan laboratorium kultur jaringan, pengadaan benih bunga, membantu menyiapkan petani bunga untuk standarisasi screening serta inventarisir kebutuhan petani, pengembangan pertanian organik di Rurukan, Fakultas Pertanian membantu pengembangan pupuk organik, pestisida hayati.

Kemudian pelaksanaan webinar nasional dengan topik Tomohon Kota Bunga, ekspor krisan : standart screening, menyiapkan kebutuhan minimal dari hulu ke hilir untuk permintaan dari Jepang, membuat pelatihan pupuk organik di kebun percobaan, pembentukan tim kerja dan sekretariat juga sanggar, budaya bunga: say with flower dibutuhkan teknologi, kerjasama dengan Pertamina Lahendong untuk CSR dalam rangka penyediaan bibit krisan dan pengembangan koperasi bunga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *