Tomohon, CAKRAWALA – Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon Drs Johny Runtuwene DEA angkat suara terkait hearing yang dilakukan pihak DPRD Kota Tomohon bersama dengan pihak Yayasan Medika GMIM dan karyawan RSU Bethesda GMIM.
“Ini masalah internal. Masalah internal berarti bagaimana pengelolaannya, pengorganisasian, itu yang paling penting. Jadi kalau ini terangkat, kita semua sudah tahu, itu internal dari pada yayasan, Bethesda dan Pembina,” tuturnya, Senin (14/02/2022).
Dijelaskannya, jika berkaitan dengan ketenagakerjaan, ada yang membidangi yakni Dinas Tenaga Kerja.
“Tapi kalau masuk masalah internal, kita dibatasi, buat apa kita masuk ke sana apalagi bicara soal GMIM. Karena apa, pembina kan Badan Pekerja Majelis Sinode. Oleh karena itu, ini tidak perlu dipolemikkan, kita ini Kota Religius,” terang politisi PDI Perjuangan.
Wakil rakyat dari Dapil II (Tomohon Utara) ini pun mengakui soal ketidakhadirannya dalam beberapa agenda hearing. “Saya tidak pernah hadir bukan berarti tidak menanggapi, tidak menerima aspirasi. Bukan seperti itu, tapi dalam konteks apa dulu, silakan kita bercerita,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan.
Pihaknya, kata Runtuwene telah mendengar informasi bahwa gaji karyawan RSU Bethesda Tomohon sudah dibayarkan. “Yang saya dengar tadi, kaitan dengan gaji sudah clear, apalagi yang akan kita bicarakan. Kita harapkan supaya tidak ada hal-hal yang dapat mempengaruhi kehidupan di Kota Tomohon, damai damai semua. Itu penting sekali. Kota Religius, Kota Budaya,” ujar mantan Calon Wali Kota Tomohon saat Pilkada 2015 lalu.
Dia pun menambahkan, apa yang menjadi harapan karyawan terkait gaji sudah ditindaklanjuti. “Yah sudah, sudah clear. Itu kan yang diminta. Sudah bagus kalau begitu, tidak usah terlalu melebar kemana-mana, sudahlah. Yang penting itu, pelayanan jalan bagus di rumah sakit. Jangan ribut-ribut terus orang sakit sudah tidak bisa dirawat,” imbuhnya.
“Justru berpikir sekarang secepatnya organisasi internal coba lihat itu BPJS, jangan terlewat. Jangan sampai batas waktu, tidak terselesaikan, rugi masyarakat maupun jemaat yang ke Rumah Sakit Bethesda,” pungkas mantan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Utara.


