Tomohon, CAKRAWALA – Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH mengatakan, bangsa indonesia sedang menghadapi ujian di tengah Pandemi Covid-19 dimana pertumbuhan ekonomi nasional mengalami tantangan yang cukup serius, angka kemiskinan dan pengangguran meningkat.
Dunia usaha terutama koperasi dan UMKM mengalami dampak yang berat dari sisi produksi, pemasaran dan pembiayaan. Kemudian, tantangan baru yang dihadapi oleh dunia perkoperasian tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan inovasi produk tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan visi baru di tengah perubahan sosial ekonomi yang sangat dinamis.
Senduk berharap agar koperasi di Indonesia mampu menjawab tantangan jaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya, menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat dalam pemulihan ekonomi nasional.
“Penyelenggaraan pendidikan dan latihan merupakan salah satu prinsip koperasi yang penting dalam meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan pengurus, pengawas dan anggota koperasi; memperkuat solidaritas dalam mewujudkan tujuan koperasi,” terang wali kota, Rabu (27/10/2021).
Ia bilang, ada tiga instrumen koperasi yakni kelembagaan, usaha dan permodalan dan yang paling menentukan adalah instrumen kelembagaan karena terdapat beberapa variabel kelembagaan koperasi, yaitu jati diri koperasi yang meliputi pengertian, nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi yang membedakan koperasi dengan badan usaha lain.


