Tomohon, CAKRAWALA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 1 Oktober 2021 lalu memperbarui data penyebaran Coronavirus Disease 2019 di Daerah Nyiur Melambai.
Sebagaimana dilansir dari laman https://corona.sulutprov.go.id, untuk Kota Tomohon tidak mengalami penambahan kasus dengan jumlah total positif mencapai 3.850 orang. Sembuh bertambah lima orang dengan jumlah total 3.596 orang begitu juga dengan meninggal tidak ada penambahan dengan jumlah total meninggal dunia 110 orang. Dalam perawatan (kasus aktif) 144 orang.
Ironisnya, data tersebut berbeda dengan yang dimiliki oleh Tim Perkembangan dan Penanganan Covid-19 Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon dimana pada 1 Oktober 2021 lalu data menunjukkan, tidak mengalami penambahan kasus dengan jumlah total positif mencapai 3.744 orang, kasus sembuh bertambah lima orang sehingga total berjumlah 3.534 orang dan meninggal dunia mencapai 115 orang. Dalam perawatan (kasus aktif) 95 orang.
Terkait selisih data ini telah mendapat perhatian serius dari Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut SE yang meminta agar memperhatikan penginputan data. “Diharapkan kepada unsur terkait untuk tetap memperhatikan penginputan data yang berkaitan dengan Covid 19 yang ada di Kota Tomohon,” ujarnya belum lama ini.
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tomohon Noldie Lengkong. “Ya, ini soal data yang terlambat diupdate,” tutur Noldie didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Tomohon Drs Johny Runtuwene DEA.
Sebelumnya Mendagri Muhammad Tito Karnavian juga sudah mengingatkan pemerintah daerah untuk terus memperbaiki dan memperbaharui input data Covid-19.
Mendagri meminta setiap pemda melakukan rapat koordinasi mengenai sistem penginputan data Covid-19 karena input data ini sangat menentukan arah kebijakan dan penentuan sikap pemerintah ke depannya dimana bila proses inputnya keliru tentu akan berakibat fatal.


