Lanjutkan Sosialisasi Ecoenzym, Jeand’arc Ingatkan Soal Bumi yang Dipinjam

CAKRAWALLA – Dengan tajuk Save Danau Sineleyan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Tomohon bersama Komunitas Peduli Sungai Tomohon, Mahasiswa Pecinta Alam Aesthetica Unima, Komunitas Talun Kentur menggelar aksi bersih-bersih dan penanaman pohon di Danau Sineleyan, Jumat (17/09/2021).

Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg Jeand’arc Karundeng mengatakan, selain aksi bersih-bersih dan penanaman pohon di area Sineleyan, pihaknya juga melanjutkan sosialisasi terkait energi terbarukan yaitu ecoenzym yang adalah cairan sejuta manfaat bagi kesehatan diri maupun lingkungan.

Ecoenzym menurutnya salah satu terobosan yang dilakukan untuk kelestarian alam ciptaan Tuhan karena ecoenzym ini adalah salah satu cara mengolah sampah organik menjadi sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia maupun lingkungan hidup. Sehubungan dengan masalah lingkungan hidup pada Danau Sineleyan maka ecoenzym dapat digunakan untuk mengatasi pendangkalan sungai serta hal lainnya,” tutur Jeand’arc.

“Kami tentunya bersyukur karena aksi bersih-bersih dan penanaman pohon di area Danau Sineleyan ini mendapat dukungan dari segenap stakeholders yang ada termasuk Pemerintah Kota Tomohon. Untuk itu atas nama Sekolah Sungai Kota Tomohon serta unsur-unsur pelaksana kegiatan lainnya kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tomohon serta pihak-pihak lainnya yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ungkapnya.

Dia juga berharap untuk sama-sama berkomitmen menjaga kelestarian alam seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, banyak menanam pohon dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan untuk alam ini.

“Karena tindakan yang benar terhadap alam atau lingkungan sekitar kita akan memberikan dampak positif bagi kehidupan kita, begitu juga bagi bumi yang kita tinggali ini bisa tetap indah, lestari dan nyaman untuk kehidupan generasi selanjutnya. Kita harus senantiasa ingat bahwa kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang, tapi kita meminjamnya dari anak cucu,” beber Syanet sapaan akrabnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *