Tomohon, CAKRAWALA – Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dari pada standar usianya akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Istilah stunting mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang namun ternyata para balita penderita stunting telah ditemukan di Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara.
“Untuk data kita peroleh dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM). Penderita stunting pengukurannya dari sana,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tomohon Grace Montolalu SKep Ns.
Dikatakannya, berdasarkan data EPPGBM Tahun 2022, di Kota Tomohon terdapat 13 penderita stunting. “Sebaran Kecamatan Tomohon Utara dua penderita, Kecamatan Tomohon Tengah lima, Kecamatan Tomohon Selatan tiga, Kecamatan Tomohon Timur satu dan Kecamatan Tomohon Barat dua,” terang Montolalu.
Pemkot Tomohon dijelaskannya sudah melakukan intervensi lewat penyuluhan-penyuluhan di kalangan remaja.
“Memang kita menargetkan remaja, sebab di sana ada calon pengantin atau catin yang mungkin sudah siap menikah dan nantinya akan melahirkan bayi. Perencanaannya dari sana, dimana pengantin ini siap nikah dan juga ada pemeriksaan. Disamping itu juga ada pendampingan keluarga berisiko,” katanya kepada media ini.
“Untuk kegiatan-kegiatan yang dijalankan tahun lalu tetap akan dijalankan pada tahun ini dan juga ada penyuluhan Kader KB. Juga ada kelompok kegiatan di kelurahan dimana ketika ada kegiatan disitu kita bisa memberikan edukasi,” pungkas Grace Montolalu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tomohon Mareyke Manengkey SPd mengatakan, 13 penderita stunting ini merupakan jumlah terkecil di seluruh kab/kota se-Sulawesi Utara. “Dan saat ini telah dibentuk tim guna percepatan penanganan stunting,” tukasnya.
“Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana bukan untuk pengobatan namun pencegahan. Oleh sebab itu, itu stunting dicegah mulai dari masa muda, dari usia SMA sudah mempersiapkan diri kita dimana akan menikah, hamil dan melahirkan. Kita lebih pada pencegahan. Semoga ke depan zero kasus atau nol kasus stunting di Kota Tomohon,” pungkas mantan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja.

