Tomohon, CAKRAWALA – Rapat Koordinasi (Rakor) Keasistenan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (PemKesRa) Kota Tomohon dirangkaikan dengan Rapat Tim Kota Sehat dalam rangka persiapan verifikasi lapangan penilaian Kota Sehat 2023 Kota Tomohon dilaksanakan di Telaga Ma’langen Kelurahan Paslaten Dua, Kamis 7 September 2023.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan drg Jeand’arc Karundeng mengatakan, salah satu yang penting dilakukan dalam lingkungan masyarakat saat ini terkait pengendalian dan penanganan rabies yakni melakukan vaksin untuk hewan-hewan penular rabies.
Sementara untuk kasus Penyakit Demam Berdarah (DBD) menjadi tugas dan tanggungjawab bersama dalam penanganannya yakni dengan menjaga kesehatan lingkungan sehingga nyamuk DBD sebagai pemicu penyakit ini tidak berkembang.
“Dan untuk Kota Sehat yang terpenting bukan hanya mengejar penghargaan saja tetapi bagaimana peran dan upaya kita semua sebagai masyarakat membuat Kota Tomohon benar-benar sehat, tentu dengan menjaga kebersihan, keindahan, kenyamanan, keamanan dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Untuk diketahui Penghargaan Kota Sehat yang telah diterima Tomohon diawali Tahun 2013 yang berhasil meraih penghargaan Kategori Swasti Saba Padapa selanjutnya Tahun 2015 meraih Swasti Saba Wiwerda dan Tahun 2017, 2019 dan 2021 meraih Swasti Saba Wistara. Tahun 2023 ini Tomohon masuk lagi dalam proses penilaian Kota Sehat dan tentunya akan mempertahankan penghargaan yang sebelumnya sudah tiga kali diraih.
Sementara Asisten PemKesRa Pemkot Tomohon Drs Octavianus Mandagi MAP mengajak camat dan lurah untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kaitan dengan musim kemarau saat ini, untuk terus mensosialisasikan ke masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mengakibatkan kebakaran seperti kebakaran lahan secara luas atau kebakaran hutan sembari mengimbau tidak melakukan pembakaran lahan yang berdampak pada kebakaran hutan.
“Terkait dengan data masyarakat pemerima berbagai bentuk program bantuan, diharapkan dapat melakukan pendataan secara baik sehingga ketika ada penyaluran program bantuan sosial dan lainnya akan benar-benar tersalur tepat sasaran,” beber Mandagi.


