Tomohon, CAKRAWALA – Dengan gaya arsitek rumah Minahasa, rumah panggung Woloan memiliki dua bentuk yakni rumah panjang atau wale wangko yang tidak memiliki dinding kamar serta rumah tinggal yang memiliki kamar simetris dengan sebuah ruang publik terbuka di depan.
Rumah panggung merupakan rumah tradisional Minahasa yang menggunakan kayu seperti kayu besi, linggua, cempaka dan nantu dengan peruntukannya kayu besi untuk tiang, cempaka untuk dinding dan nantu untuk rangka atap.
“Rumah kayu ini bisa dipasang dan dibongkar lagi makanya disebut rumah kayu bongkar pasang,” beber Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH saat menjadi pembicara utama pada Seminar Nasional Online menyangkut Filosofi Rumah Panggung Woloan dan Relevansinya Untuk Konteks Masa Kini
Selain itu, wali kota mengatakan ada tiga aspek pengembangan rumah panggung Woloan yakni aspek arsitektur, aspek ekonomi dan aspek lingkungan. “Ke depan akan dibangun satu tempat/kawasan rumah panggung sekaligus tempat promosi,” ujar wali kota, Kamis (28/10/2021).
Dalam seminar nasional secara virtual ini, Prof DR Ir Agustinus Purna Irawan (Ketua Umum IKDKI dan Rektor Universitas Tarumanegara) sebagai keynote speaker bersama Wali Kota Tomohon dengan nara sumber Dr Krismanto Kusbiantoro ST MT Wakil Rektor Universitas Kristen Maranatha Bandung, Dr Ricardo Renwarin Dosen & Peneliti Budaya Minahasa, Anton J Supit Ketua Apindo, dengan moderator Franky Boseke.


