Seribu Tangkai Krisan Asal Tomohon Diekspor ke Singapura

Tomohon, CAKRAWALA – Cita-cita Pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon Sulawesi Utara untuk melakukan ekspor Bunga Krisan akhirnya mulai menunjukkan titik terang. Hal tersebut terungkap lewat panen perdana guna ekspor ke Jakarta dan Singapura di screen house depan Rawung-Supit Residence, Selasa 20 Desember 2022.

Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH mengatakan, ekspor Bunga Krisan ini merupakan cita-cita sejak lama dan sangat membantu memajukan perekonomian masyarakat yang ada di Kota Tomohon seperti saat pelaksanaan Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) Agustus 2022 dimana sangat menyerap penggunaan Bunga Krisan milik petani.

“Melihat potensi Kota Tomohon sebagai daerah penghasil Binga Krisan dengan kualitas yang memenuhi syarat ekspor, tentu kita harus optimalkan potensi ini. Sangat diperlukan kesinambungan dalam jumlah dan terutama menjaga kualitas bunga yang akan kita ekspor. Kami berharap agar menjaga dan bangun komunikasi yang baik dengan mitra kerja kita karena hasilkan produk Krisan berorientasi ekspor diperlukan kerja sama lintas lembaga mulai dari fasilitas pengembangan, bibit unggul dan inovasi teknologi terstandar agar mutu hasil sesuai dengan permintaan buyers,” ungkapnya.

“Ke depan kita menganggarkan pembuatan screen house bagi petani bunga supaya lebih meningkatkan kualitas, kuantitas bunga yang ada di Kota Tomohon terutama Bunga Krisan dan berharap dengan adanya fasilitas ini akan memacu produksi dan hasil petani tidak hanya tiga kali lipat, tapi berlipat-lipat ekspor. Pemerintah Kota Tomohon tentu memberikan apresiasi kepada Asbindo, kelompok tani yang ada,” tambah wali kota.

Karel Lala Apresiasi Kementerian Pertanian

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Daerah Kota Tomohon DR Karel Lala SP MSi memberikan apresiasi Kementerian Pertanian melalui BPTP/BSIP Sulawesi Utara yang terus bergandengan dalam mendorong ekspor Bunga Krisan dari Kota Tomohon.

“Show window akan memproduksi bibit Bunga Krisan yang akan dibagikan ke pelaku usaha sehingga kita tidak lagi terhalang keterbatasan bibit karena harus didatangkan dari luar,” ujarnya.

Para petani Bunga Krisan, kata Lala termotivasi sementara di satu sisi pemerintah kota mendorong akan keinginan para petani ini.

“Memang ekspor ke Singapura terbatas dan masih bisa ada waktu-waktu tertuntu yang tidak ada prodak kita jual tapi kalau tidak ada dikirim. Kalau ke Jepang, memang kita perlu persiapan termasuk bagaimana soal pola tanam varietas yang disukai yang akan kita kirim ke sana. Untuk rencana awal yang diekspor berjumlah dua ribu tangkai, seribu ke Jakarta dan seribu lagi ke Singapura,” tutur Karel Lala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *