Tomohon, CAKRAWALA – Pemerintah Kota Tomohon menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dengan tema Tomohon Bersyukur menghadirkan Pdt Gilbert Lumoindong selaku pembicara di GOR Babe Palar, Jumat (23/09/2022).
Dalam perenungannya, pendeta kondang ini mengangkat bacaan Alkitab dalam Mazmur 105:1-5 dengan judul Puji-pujian Atas Segala Perbuatan di Masa Lampau.
Menariknya, di awal perenungan, pemimpin GBI Glow Fellowship Centre menyentil soal perselingkuhan.
“Di Tomohon ada orang selingkuh gak sih,” tanyanya.
Kendati demikian, Pdt Gilbert tetap mengajak untuk selalu bersyukur.
“Kita bersyukur bukan karena masalah, tapi kita bersyukur karena Tuhan itu baik. Dia rubah kutuk menjadi berkat, Dia mampukan kita melalui pergumulan sehingga di ujung jalan kesetiaan selalu ada kemuliaan yang Tuhan sediakan buat kita. Bersyukur membuat saya kuat, bersyukur membuat saya menang, bersyukur menghadirkan mujizat dan ini yang paling penting, bersyukur bikin umur panjang,” ungkapnya.
Pdt Gilbert juga mendoakan jajaran Pemerintah, Forkopimda, Masyarakat Kota Tomohon serta seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) Pemkot Tomohon dan BUMD-BUMD. “Tomohon Diberkati,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah DR Juliana Dolvin Karwur MKes MSi mengatakan, KKR adalah wadah peningkatan keimanan umat Kristiani untuk lebih kenal Tuhan, memperbaharui kelakuan, menghasilkan buah dan menjadi berkat bagi sesama.
“Kegiatan religi ini dapat membangun spiritual, moral dan etika masyarakat ke arah yang lebih baik agar nantinya segala kebaikan akan diimplementasikan dalam interaksi sosial, berjemaat, berbangsa dan bernegara. Dengan perkembangan dan peradaban dunia yang begitu cepat memberi tantangan tersendiri bagi kehidupan orang percaya di mana dunia menawarkan indahnya keinginan daging dan cara yang mudah untuk mendapatkannya,” ungkap Karwur.
“Maka tugas kita bersama untuk tekun dan taat kepada Tuhan, mengajak keluarga yang didalamnya terdapat anak-anak sebagai penerus gereja dan bangsa untuk senantiasa mencintai Tuhan. Maka dengan demikian kita boleh mendapatkan jemaat dan masyarakat yang kuat iman sehingga boleh tetap mengajarkan kepada angkatannya, kepada siapa saja serta generasi selanjutnya tentang pengenalan akan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat,” tambahnya.

