Cuaca Ekstrem, Caroll Senduk Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan Manfaatkan Call Center 112

Tomohon, CAKRAWALA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengeluarkan rillis potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah di Indonesia termasuk Sulawesi Utara dan Kota Tomohon.

Dwikorita meminta pihak-pihak terkait untuk melakukan persiapan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, antara lain:

  1. Memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.
  2. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.
  3. Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan agar tidak roboh tertiup angin kencang.
  4. Menggencarkan sosialisasi, edukasi dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian pemerintah daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi).
  5. Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi dan komunikasi antarpihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometeorologi.

“Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG,” tandas Kepala BMKG.

Informasi secara lebih rinci dan detail mengenai perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem di seluruh wilayah Indonesia dapat diakses melalui:

  1. website BMKG https://www.bmkg.go.id untuk prakiraan cuaca hingga level kecamatan;
  2. akun media sosial @infobmkg;
  3. aplikasi iOS dan android Info BMKG;
  4. call center 196 BMKG atau
  5. kantor BMKG terdekat
  6. call center 112/Pusdalops-PB/TRC-PB BPBD Kota Tomohon.

Menindaklanjuti hal tersebut, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH mengeluarkan imbauan sekaligus arahan-arahan kepada seluruh stakeholder kebencanaan di Kota Tomohon yakni seluruh masyarakat terlebih pemerintah kelurahan dan kecamatan, lurah dan camat termasuk BPBD Kota Tomohon.

Dalam imbauannya Senduk meminta agar:

  1. Meningkatkan kewaspadaan melalui peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan TRC-PB dan Pusdalops-PB yang dimiliki BPBD Kota Tomohon untuk selalu siap siaga 1×24 jam.
  2. Penyiapan armada rescue dan alat berat untuk tetap standby 1×24 jam.
  3. Mendorong rekan-rekan pemerintah kelurahan untuk dapat mengaktifkan fungsi-fungsi linmas dalam informasi cepat maupun penanganan kejadian bencana skala kecil serta selalu mengedukasi masyarakat dalam tanggap bencana dan memanfaatkan Call Center 112 jika ada kejadian darurat bencana.
  4. Meningkatkan koordinasi dengan semua stakeholder kebencanaan baik dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai tingkat kota.
  5. Memanfaatkan alat komunikasi HT untuk koordinasi dan komunikasi cepat.

“Penanganan bencana tidak dapat dilaksanakan secara sendiri-sendiri namun membutuhkan sinergitas, koordinasi dan kerjasama semua stakeholder kebencanaan baik tingkat kelurahan, kecamatan maupun kota dan provinsi. Semoga Kota Tomohon dijauhkan dari bencana,” ungkap Caroll Senduk.

*Pusdalops-PB (Pusat Pengendalian dan Operasi-Penanggulangan Bencana)

*TRC-PB (Tim Reaksi Cepat-Penanggulangan Bencana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *