Tomohon, CAKRAWALA – Capaian vaksinasi Covid-19 booster kedua bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Tomohon masih rendah, baru mencapai 2,75 persen dari target.
Terkait hal ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan DR dr Maxi Rein Rondonuwu DHSM Mars kepada cakrawala.web.id mengatakan, pihaknya saat ini sangat siap untuk ketersediaan vaksin.
“Kita siap vaksin, tinggal bagaimana masyarakat dikasih pemahaman bahwa booster kedua itu penting agar terus menjaga dan mempertahankan antibodi itu,” ujar mantan Direktur Utama RSUP Prof Kandou Manado.
Pencapaian vaksinasi booster kedua bagi tenaga kesehatan, kata Dirjen P2P harusnya mencapai target, karena memang diprioritaskan.
“Kita harapkan tenaga kesehatan, karena mereka prioritas dan juga lansia. Mestinya digenjot. Pimpinan daerah itu bisa tekan untuk PNS yang datang kantor masuk kerja, harusnya sudah mendapat vaksinasi booster kedua,” pungkas mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.
Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon dr Maria Sugiarto saat dikonfirmasi mengatakan ini akan menjadi bahan evaluasi. “Bagaimana kita akan mendorong masyarakat kalau tenaga kesehatan tidak menjadi pelopor,” tuturnya kepada media ini.
Dari update per tanggal 26 Februari 2023 di laman https://vaksin.kemkes.go.id, untuk Provinsi Sulawesi Utara, penerima vaksin keempat atau booster kedua SDM Kesehatan berjumlah 14.675 atau 0,80 persen dengan perincian, Manado 2.326 atau 10,68 persen dari target provinsi, Minahasa 842 atau 3,87 persen, Bitung 755 atau 3,47 persen, Kepulauan Sangihe 687 atau 3,15 persen, Minahasa Selatan 616 atau 2,83 persen, Tomohon 600 atau 2,75 persen, Kotamobagu 596 atau 2,74 persen, Minahasa Utara 582 atau 2,67 persen, Bolaang Mongondow 494 atau 2,27 persen, Minahasa Tenggara 390 atau 1,79 persen, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro 381 atau 1,75 persen, Bolaang Mongondow Selatan 170 atau 0,78 persen, Bolaang Mongondow Utara 283 atau 1,30 persen, Bolaang Mongondow Timur 135 atau 0,62 persen dan Kabupaten Kepulauan Talaud 117 atau 0,54 persen.

