BSIP Sulut Kawal Ekspor dan Pengembangan Turunan Produk Bunga Krisan

Tomohon, CAKRAWALA – Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP), sebelumnya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sulawesi Utara terus hilirkan inovasi teknologi terstandar.

Seperti halnya Bunga Krisan sebagai titik ungkit mengalirnya inovasi teknologi Krisan di Kota Tomohon Sulawesi Utara yang memiliki kearifan tersendiri dimana sejak Tahun 2008 sudah hadirkan varietas-varietas Krisan di Kota Tomohon.

Tidak hanya itu, inisiasi lahirnya Tomohon Flower Festival (TFF) sampai Tomohon International Flowers Festival (TIFF) adalah komunikasi positif pakar bunga Kementerian Pertanian yaitu Prof Dr Ir Budi Marwoto MS dengan Pemerintah Kota Tomohon.

Terkait dengan panen perdana Bunga Krisan dari Kota Tomohon untuk ekspor, Kepala BSIP Sulut DR Femmy Noor Fahmi SPi MSi mengatakan, sebagai lembaga penghasil inovasi teknologi yang terstandar, tentunya menyambut baik akan hal ini.

“BSIP dengan tagline agrostandar akan terus bersanding dengan Pemkot Tomohon dalam percepatan hilirisasi inovasi teknologi terstandar untuk diekspor. Dan tak hanya Bunga Krisan, tapi juga turunan dari produk Krisan seperti olahan The Krisan, Dodol dan ramuan berbahan baku Krisan akan dikembangkan di Kota Tomohon,” tutur Femmy Noor Fahmi.

Lanjut dikatakannya Krisan yang ada saat ini sangat layak untuk diekspor, dimana sudah memenuhi standar ekspor, tinggal bagaimana melihat ke depan.

“Kami akan terus lakukan pendampingan kepada petani sehingga benar-benar akan menghasilkan bunga yang berkualitas ekspor seperti bunga saat ini. Kemudian kami akan bekerjasama dengan petani dan Pemerintah Kota Tomohon untuk ke depan adanya satu kawasan pengelolahan Bunga Krisan,” ujarnya.

Selain itu, BSIP katanya siap bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tomohon dalam mendorong produk-produk potensial lainnya untuk diekspor.

“Kota Tomohon agroekosistimnya baik untuk tanaman obat keluarga. Tanaman ini dapat diolah menjadi produk-produk penyangga ke depan dalam menghadapi paceklik seperti olahan turunan jahe, sereh, kunyit dan lain-lain. Tanaman obat dan dapur keluarga ini potensinya cukup terbuka di Kota Tomohon,” tutur Femmy Noor Fahmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *