Wujudkan Tomohon Kota Wisata Dunia, Caroll Senduk Dengar Ide dan Gagasan Puluhan Akademisi

Tomohon, CAKRAWALA – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Daerah Kota Tomohon menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Membangun Kota Tomohon Yang Berdaya Saing, Inovatif dan Berkelanjutan yang di gelar di Marion Farm Villa & Cafe Kelurahan Paslaten Dua, Jumat 21 Juni 2024.

Wali Kota Tomohon Caroll Senduk SH dalam kesempatan tersebut mengatakan pihaknya menerima banyak masukan-masukan yang diberikan dan banyak pula yang harus ditindaklanjuti.

“Pariwisata modal bagi kita di Kota Tomohon dimana alamnya yang begitu menunjang dengan orang-orangnya yang ramah. Saya harapkan dengan FGD ini boleh mendapatkan ide-ide dari kalangan akademisi atau cendekiawan yang bisa menghasilkan satu ide atau gagasan untuk kemajuan Kota Tomohon kedepannya,” ungkapnya.

Kegiatan seperti ini kata wali kota akan terus dilanjutkan guna memperoleh ide dan gagasan dari kalangan akademisi, cendekiawan untuk membangun Kota Tomohon. “Meski Kota Tomohon ini kecil tapi memiliki berbagai macam etnis. Tentu memerlukan banyak masukan dari akademisi, cendekiawan yang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing,” tandasnya.

Hadir dalam FGD ini, Prof DR Perry Rumengan MSn, Prof DR Philoteus Tuerah MSi DEA dan 30 guru besar di Sulut, Sekretaris Daerah Minahasa DR Lynda Deisye Watania MM MSi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs Octavianus Mandagi MAP, Kepala Dinas Pariwisata Judhistira Siwu SE MSi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Novi Alexander Hendrik Politon SE MM.

Juga Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Drs Gerardus Mogi MAP, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Jacqueline Mangulu SP MSi, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan DR Karel Lala SP MSi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DR Juliana Dolvin Karwur MKes MSi dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Ruddie Lengkong SSTP MAP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version