Perubahan Arus Lalin Puskot, Pedagang: Pendapatan Berkurang dan Jadi Berhati-hati

Tomohon, CAKRAWALA – Pada akhir September lalu, Dinas Perhubungan melakukan uji coba penerapan arus lalu lintas (lalin) dua arah di Pusat Kota Tomohon.

Hampir tiga pekan berlangsung, pantauan media ini uji coba tersebut berlangsung lancar dan mungkin saja bakal dipermanenkan untuk ke depannya.

Sayangnya, penerapan yang berbuntut pada perubahan arus lalu lintas ini menyisahkan kecemasan bagi warga masyarakat yang dalam kesehariannya menggantungkan nasibnya di Pusat Kota Tomohon.

Bagaimana tidak, sejak mulai dilakukannya uji coba ini salah seorang pedagang mengaku pendapatannya berkurang.

“Jujur saja, sejak ada perubahan lalin pendapatan saya berkurang. Mereka pembeli mengaku kesulitan mendatangi lapak kami. Buat apa ada perubahan tapi justru merugikan kami warga masyarakat bawah. Jika terus-menerus berkurang kami yang alami kami yang dirugikan,” tutur salah seorang pedagang yang meminta namanya tidak disebutkan.

Selain mengaku pendapatannya berkurang, mereka kini juga harus lebih berhati-hati sebagai pengguna jalan. “Iya, saat menyeberang kalau dulu hanya melihat satu sisi tapi sekarang harus dari dua sisi. Dan memang saya hampir jadi korban terserempet kendaraan karena so tabiasa hanya melihat satu sisi,” akunya.

Dia menilai, dikembalikannya arus lalu lintas dua arah ini justru membuat wajah Pusat Kota Tomohon mengalami kemunduran. “Kembali ke era 90-an, ba mundur bukan ba maju. Rata-rata arus lalin di pusat-pusat kota itu satu arah, coba lia di kota-kota lain. Kalau kemacetan itu biasa dan konsekwensi kota yang mo berkembang, yang diantisipasi adalah tingkat kemacetan,” pungkasnya seraya berharap masih ada evaluasi dari penerapan arus lalu lintas (lalin) dua arah di Pusat Kota Tomohon oleh pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version