Krisan Asal Tomohon Great A, Femmy Noor Fahmi: Sudah Penuhi Standar Ekspor, Tapi…

Tomohon, CAKRAWALA – Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP), sebelumnya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sulawesi Utara DR Femmy Noor Fahmi SPi MS mengatakan, sejak tahun 2008, pihaknya terus memperkaya koleksi Bunga Krisan di Kota Tomohon termasuk menyiapkan para petani penangkar benih serta melakukan bimbingan teknis produksi benih dan bunga.

“Hadirnya pak wali kota melakukan panen untuk kita ekspor, sudah menjadi harapan baru bagi para petani. Kita tidak hanya melakukan Tomohon International Flowers Festival (TIFF) tapi juga harus ekspor Krisan, karena koleksi dari Tomohon cukup banyak dan bagus-bagus dan memenuhi standar ekspor,” ujarnya di sela panen perdana ekspor Bunga Krisan Tomohon ke Jakarta dan Singapura di screen house depan Rawung-Supit Residence, Selasa 20 Desember 2022.

Pihaknya, kata Femmy bagaimana menstandarkan mutu, kualitas dan jumlah sehingga ekspor nantinya kontinyu dimana hal ini terstandar dari awal, dari hulu ke hilir dan pihaknya akan mendampingi sehingga tercapai kualitas bagus sesuai negara tujuan dan juga meningkatkan great prodak dengan demikian akan menambah nilai jual dan kooperatif dengan produsen lainnya.

“Untuk Krisan Tomohon itu Great A, memenuhi kualitas ekspor walaupun masih perlu ditingkatkan lagi karena tidak semua petani yang ada di sini memiliki kualitas ekspor. Jadi rencana ke depan nanti, ketika ekspor Krisan ini berjalan lancar dan kontinyu, kami bersama petani dan pemerintah akan membangun satu kawasan bunga dimana nanti di sana lengkap, ada perbenihan, ada penamanan dan pengaturan pola tanam. Dan tugas kami adalah mendampingi dari segi teknologi, mendstandarkannya,” ungkapnya

Terkait ekspor perdana ini, menurutnya adalah gerakan bagus sejak Tahun 2008. “Dan akhirnya tercapai. Kami bangga dengan petani di sini di Tomohon mampu menggerakkan sampai ke ekspor dengan kualitas yang ekspor. Nah ke depan lagi, kami akan mendampingi tentang kelembagaannya sehingga nanti bukan orang lain lagi tapi petaninya sendiri. Hebat petani di Kota Tomohon,” pungkasnya.

Sementara, Plt Ketua Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) Kota Tomohon Melkysedek Victor Rambing Tangkawarouw berterima kasih atas terlaksananya kerinduan para petani bunga dimana sebagai titik ungkit akan semangat untuk hasilkan bung-bunga tidak hanya untuk domestik tapi juga diekspor.

“Ekspor ini diinisiasi para petani dalam Asbindo. Ini pembeda dengan tempat lain. Di sana yang ekspor adalah perusahaan. Kalau di Tomohon adalah para petani dalam Asbindo tentu dengan menggandeng para stakeholder dan eksportir milenial dan kami belajar untuk terus mantapkan ekspor dari Tomohon,” beber Sedek sapaan akrabnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version